Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Bahasa, Individu, dan Masyarakat

 

Bahasa, individu, dan masyarakat mempunyai keterkaitan yang erat antara satu hal dengan hal yang lainnya. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya fenomena bahasa yang tentu saja melibatkan bahasa, individu, dan masyarakat secara bersamaan dan saling ketergantungan. Misalnya, pemahaman dasar mengenai dialek pada sebuah bahasa. Dalam hal ini, dialek merupakan bentuk konkret dari sebuah bahasa yang pengucapannya bisa berbeda antara dialek yang satu dengan dialek lainnya pada masyarakat yang notabene mempunyai bahasa yang sama. Hal tersebut melibatkan bahasa, individu, dan masyarakat. Bisa saja, adanya dialek pada sebuah bahasa tersebut disebabkan oleh faktor individunya atau keadaan masyarakatnya. Dapat diambil contoh kalau faktor adanya dialek disebabkan keadaan masyarakatnya. Faktor yang demikian menyebabkan dialek bisa saja karena lokasi masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya terhitung jauh sehingga penyampaian kata-kata pada bahasa yang sama bisa menimbulkan perbedaan.

Kemudian, variasi bahasa tersebut dapat pula menjadikan bahasa yang awalnya sama menjadi berbeda. Hal ini sudah masuk ke dalam ranah keberterimaan makna dalam menggunakan bahasa. Suatu masyarakat dapat tidak saling mengerti atau timbul kesalahpahaman persepsi maupun konsep ketika penutur maupun mitra tutur memiliki konsep semantik yang berbeda. Hal yang dimaksud adalah ketika dua orang saling berkomunikasi tetapi mempunyai perbedaan makna bisa saja timbul kesalahpahaman. Hal ini disebabkan penggunaan bahasa sendiri dipengaruhi oleh faktor sosial sehingga pemaknaan atau konsep semantiknya bisa saja berbeda walaupun dalam bahasa yang sama sekalipun. Bahasa memiliki beberapa fungsi terkait dengan aspek sosialnya. Beberapa fungsi tersebut adalah bahasa sebagai penanda komunitas maupun sebagai bahasa administrasi atau dagang. Dalam hal ini, kegiatan berbahasa yang dilakukan sejak kecil membuat pelaku bahasa akan dapat mengetahui bahwa pola bahasa tersebut salah atau benar walaupun tanpa ilmu pengetahuan atau belajar mengenai teori bahasa. Hal ini disebabkan proses pemelajaran bahasa dialami oleh masing-masing individu.

 

 

Bahan Acuan

Goodenough, Ward H. 1981. Culture, Language, and Society. Philippines: Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Laporan Bacaan, Linguistik.
%d bloggers like this: