Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Hubungan Bahasa dan Budaya

Budaya dapat didefinisikan sebagai bagian dari wacana komunitas yang mengatur keputusan dan tindakan pada sebuah kelompok masyarakat. Konvensi sosial, kepatutan sosial, dan norma merupakan bagian dari budaya yang menjadi acuan masyarakat dalam menjalani kehidupan. Wujud dari budaya ini ada banyak dan salah satunya adalah bahasa. Dapat dikatakan bahwa budaya tidak akan bisa lahir tanpa adanya bahasa dan bahasa memiliki kaitan yang erat dengan budaya. Hal tersebut sesuai dengan Hipotesis Sapir-Whorf yang mengungkapkan bahwa struktur suatu bahasa biasanya menggunakan pengaruh cara pengguna bahasa tersebut berpikir dan berperilaku di dalam budayanya. Lebih jelasnya, bahasa suatu masyarakat seringkali mencerminkan berbagai hal yang ada di dalam suatu budaya atau dapat dikatakan bahasa dapat menentukan cara berpikir suatu masyarakat. Misalnya, masyarakat bahasa Inggris yang memahami waktu secara linier. Hal tersebut terlihat dari struktur bahasa Inggris yang memiliki sistem masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Kondisi tersebut tentu saja berbeda dengan bahasa Indonesia karena cara berpikir masyarakat Indonesia dan Britania pastinya berbeda.

Dalam hal ini, bahasa memainkan peran utama dalam pelestarian budaya, baik dalam bentuk lisan dan khususnya dalam bentuk cetak. Identifikasi budaya suatu masyarakat pun dapat terlihat dari bahasa yang digunakan. Bagaimana cara suatu masyarakat memandang dunia dapat pula tercermin dalam interaksi sosial antara anggota kelompokdengan anggota lain dari kelompok yang sama. Biasanya, perbedaan budaya ini diketahui dari bedanya asosiasi semantik dari bahasa yang digunakan. Pengguna bahasa cenderung memilah dan membedakan pengalaman berbeda sesuai dengan kategori semantik yang disediakan oleh kode masing-masing. Hal tersebut tidak mengherankan karena pemaknaan tersebut tergantung pula pada banyak faktor. Beberapa faktor yang membedakan kategori semantik dan  kode tiap bahasa seperti keadaan alam, faktor geografis, maupun keadaan sosial masyarakat itu sendiri.

 

Bahan Acuan

Kramsch, Claire. 1998. Language and Culture. New York: Oxford University Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Laporan Bacaan, Linguistik.
%d bloggers like this: