Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Hubungan Bahasa, Kognisi, dan Budaya Menurut Goodenough, Kramsch, Geertz, dan Duranti

Hubungan antara bahasa, kognisi, dan budaya dapat dilihat berdasarkan pendapat dari beberapa ahli, seperti Goodenough, Kramsch, Geertz, dan Duranti. Dalam hal ini, Duranti (2000) menyebutkan bahwa untuk gagasan budaya sebagai pola belajar perilaku dan praktek penafsiran bahasa dianggap sangat penting karena memberikan sistem yang paling kompleks dalam klasifikasi pengalaman kehidupan manusia. Selain itu, Geertz (dalam Borofsky, 1994) mengatakan bahwa budaya muncul dan dipertahankan dalam rangka interaksi manusia itu sendiri. Tanpa adanya interaksi akan menjadi hal yang mustahil budaya dapat lahir ataupun bertahan di suatu masyarakat atau daerah.

Sementara itu, Kramsch (1998) melihat bahwa bahasa memainkan peran utama dalam pelestarian budaya, baik dalam bentuk lisan dan khususnya dalam bentuk cetak. Identifikasi budaya suatu masyarakat pun dapat terlihat dari bahasa yang digunakan. Di lain pihak, budaya sebenarnya tidak akan jauh-jauh dari konsep dan persepsi. Perbedaan konsep sendiri ditunjukkan dengan kata-kata. Maksudnya, pengejawantahan konsep biasanya melalui bahasa pada kata-kata. Beda konsep berarti beda pula kata penyebutan konsep tersebut. Hal tersebut membuat penamaan tiap kategori dalam tiap kebudayaan berbeda walaupun wujud bendanya sama (Goodenough, 1984).

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa, kognisi, dan budaya memiliki keterkaitan satu sama lain. Tanpa adanya salah satu aspek, baik bahasa, kognisi, ataupun budaya, maka salah satunya tidak akan ada. Hal ini disebabkan berawal dari kognisi yang dimiliki oleh manusia melahirkan bahasa yang kemudian disusul dengan adanya budaya. Bahasa digunakan untuk menciptakan budaya yang pada akhirnya disepakati bersama oleh sekelompok masyarakat. Bahasa dan budaya sendiri dapat digolongkan sebagai sebuah hasil dari proses kognitif manusia.

 

 

Daftar Pustaka

Borofsky, Robert. 1994. Assessing Cultural Anthropology. New York. McGraw Hill.

Duranti, Alessandro. 2000. Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Goodenough, Ward H, ed. 1984. Culture, Language, and Society. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc.

Kramsch, Claire. 1998. Language and Culture. New York: Oxford University Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Bebas.
%d bloggers like this: