Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Kerangka Kerja Teori Budaya

Ketika memahami fenomena yang biasa disebut sebagai bahasa dan budaya, tentu saja ada keterbatasan dalam menggambarkannya. Untuk menggambarkan bahasa atau budaya tersebut diperlukan model dan teori dari pemahaman manusia yang telah dibangun berdasarkan pengalaman. Dalam hal ini, pada bab ini dijelaskan bagaimana cara kerja atau kerangka kerja teori budaya tersebut. Hal tersebut digunakan untuk menilai akseptabilitas kontruksi yang koheren maupun konsisten dari data yang tercatat. Maka dari itu, kriteria untuk berbicara, bertindak, dan menafsirkan dibutuhkan supaya dapat menggambarkan fenomena yang sedang terjadi di masyarakat. Pada kasus ini terdapat sebuah kesalahpahaman dari kalangan antropolog budaya yang tidak memiliki keahlian linguistik. Penggambaran kelompok budaya dinilai keliru atau bisa dibilang kurang tepat. Hal ini disebabkan sebuah deskripsi dialek tertentu belum tentu menjadi panduan atau patokan berbicara yang dapat diterima di suatu daerah dan dinilai tidak memadai di daerah lain. Pengetahuan yang minim terkait linguistik membuat antropolog budaya kurang menggambarkan secara komprehensif kondisi yang sebenarnya di masyarakat.

Hal yang perlu diperhitungkan dalam teori bahasa dan budaya adalah apa yang orang tahu dan bagaimana mereka mengetahui hal tersebut. Dari perspektif ini, teori budaya harus mencoba untuk menjelaskan bagaimana frekuensi interaksi, kontinuitas orang, dan motivasi orang untuk berpartisipasi membantu pengembangan pemahaman bersama tentang kegiatan tersebut. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Geertz yang  mengatakan bahwa budaya muncul dan dipertahankan dalam rangka interaksi manusia itu sendiri. Tanpa adanya interaksi akan menjadi hal yang mustahil budaya dapat lahir ataupun bertahan di suatu masyarakat atau daerah.Tak heran bahwa dengan adanya pencatatan objektif tanpa adanya subjektivitas tersebut akan membuat pemahaman terkait dengan budaya dapat memainkan peran penting dalam mengurangi perbedaan individu dalam perilaku di masyarakat.

 

 

Bahan Acuan

Borofsky, Robert. 1994. Assessing Cultural Anthropology. New York. McGraw Hill.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Bebas.
%d bloggers like this: