Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Klasifikasi Masyarakat: Relativitas dan Universalitas

Dalam hal ini, sistem klasifikasi masyarakat telah menjadi salah satu keprihatinan antropolog kognitif. Pada masyarakat, objek, tindakan, dan peristiwa merupakan entitas di dunia yang sebenarnya berbeda dan dikelompokkan bersama dalam kategori serta dianggap sebagai hal yang umumnya setara. Lebih lanjut, tidak ada analisis sebelumnya yang dibuat dari rangkaian lengkap kategori konseptual dalam budaya. Hal yang dimaksudkan adalah tidak ada analisis lengkap atau belum tercapainya dari semua unit konseptual dalam bahasa. Seperti halnya ahli bahasa, ahli antropologi kognitif juga telah membatasi ruang lingkup penyelidikan mereka. Hal tersebut membuat ahli antropologi berkonsentrasi pada studi kategori konseptual yang biasa disebut dengan domain semantik daripada mencoba hal yang dangkal dalam hal kajian budaya. Domain ini merupakan kategori budaya besar yang berisi sejumlah kategori yang lebih kecil yang saling terkait satu dengan yang lainnya. Domain yang telah diselidiki dalam budaya tertentu, di antaranya adalah tanaman, hewan, warna, makanan, sanak saudara, status dan peran, pekerjaan, supernatural, bagian tubuh, dan tahapan peristiwa.

Berhubungan dengan hal tersebut, sistem klasifikasi masyarakat yang  mungkin paling sering terjadi dalam sistem budaya dan tentu saja yang paling sering dipelajari oleh antropolog adalah sistem klasifikasi taksonomi. Sistem klasifikasi taksonomi tersebut dibangun atas dasar jenis perbedaan semantik yang disebut inklusi hierarki. Dalam taksonomi tersebut terdapat sinonim yang digunakan untuk referensi ke objek dan tindakan budaya yang dianggap sensitif, tabu, atau terang-terangan tidak dapat disebut. Selain itu, pada taksonomi disajikan analisis komponen maknanya dengan tujuan mengeksplorasi sifat universal semantik. Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf berpendapat bahwa hal ini yang kemudian dianggap sebagai bentuk ekstrem dari relativitas linguistik dan budaya. Hal tersebut menandakan bahwa sistem kognitif benar-benar relatif terhadap masyarakat tertentu.

 

Bahan Acuan

Casson, Ronald (ed). 1981. Language, Culture, and Cognition. New York. Macmillan Publishing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Laporan Bacaan, Linguistik.
%d bloggers like this: