Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Konten Budaya

Budaya sebenarnya tidak akan jauh-jauh dari konsep dan persepsi. Hal ini disebabkan konsep dan persepsi tersebut membentuk budaya. Dengan kata lain, isi atau konten dari budaya tersebut memuat salah satunya konsep dan persepsi yang mengalami perkembangan. Perbedaan konsep sendiri ditunjukkan dengan kata-kata. Maksudnya, pengejawantahan konsep biasanya melalui bahasa pada kata-kata. Beda konsep berarti beda pula kata penyebutan konsep tersebut. Hal tersebut membuat penamaan tiap kategori dalam tiap kebudayaan berbeda walaupun wujud bendanya sama. Misalnya, nama-nama buah. Meskipun bentuk dan isi dari buah itu sama, tetapi penamaannya bisa saja berbeda. Dalam hal ini, Semantik berperan penting dalam pendeskripsian sesuatu atau apapun dalam sebuah kebudayaan.

Pada dasarnya, tiap individu atau budaya biasanya membedakan berbagai hubungan di antara bentuk ruang, waktu, makna, dan simbol. Hal ini didasarkan pada semua orang mempunyai standar logis dan empiris untuk menilai kevalidan dari bahasa atau kata-kata tersebut. Bahasa sendiri membentuk proposisi yang pada akhirnya menciptakan sebuah kepercayaan.  Pada kenyataannya, kepercayaan mengakar di dalam pengalaman sehari-hari sehingga dianggap menjadi kebenaran yang tidak perlu dibuktikan lagi. Maksudnya, kepercayaan sudah dipastikan kebenarannya karena sudah menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari yang dilakukan terus menerus. Di lain pihak, kepercayan pastinya menganut sebuah nilai tertentu. Nilai yang diyakini sebagai hal yang penting dan harus dimiliki oleh masyarakat di dalamnya karena nilai tersebut akan mendatangkan kebaikan bagi pelku yang melakukannya. Setiap individu dapat menilai sesuatu secara positif atau negatif, tergantung pada pengalaman yang pernah dialaminya.  Adanya kesamaan nilai-nilai yang dianut oleh sekelompok masyarakat jika mereka berada pada suatu kondisi yang sama. Nilai ini pada perkembangannya menghasilkan tata cara dalam berbagai hal. Misalnya, tata cara berperilaku. Tata cara melahirkan sistem tradisi yang dilakukan sebagai rutinitas yang dibangun sesuai dengan yang diharapkan untuk dilakukan secara tepat dan sesuai kebutuhan.

 

Bahan Acuan

Goodenough, Ward H. 1981. Culture, Language, and Society. Philippines: Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Bebas.
%d bloggers like this: