Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Perbedaan Konsep Emic dan Folk dengan Folkclassification

Untuk menjelaskan apakah konsep emic dan folk sama seperti konsep yang dijelaskan pada folkclassification, hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah konsep dari emic, folk, dan folkclassification itu sendiri. Menurut Segall (1992), emic sebagai titik pandang merupakan studi perilaku dari dalam sistem budaya tersebut. Dalam hal ini, emic juga dapat menjelaskan keunikan dari sebuah konsep pada satu budaya (Matsumoto, 1996). Bila dikaitkan dengan folk atau masyarakat, maka dapat diketahui bahwa konsep emic dan folk lebih kepada konsep melihat perilaku masyarakat pada suatu kebudayaan dengan dikaitkan dengan konsep budaya itu sendiri atau menggunakan sudut pandang budaya tersebut. Tujuan dari konsep ini adalah memahami jalan dari subjek untuk mendefinisikan dan melabel sesuatu. Contoh dari konsep ini adalah perilaku masyarakat Dayak yang lebih mementingkan keterampilan di ladang dibandingkan bersekolah. Hal ini disebabkan menurut masyarakat Dayak sekolah hanya untuk mendapatkan uang, sedangkan mereka masih bisa hidup tanpa uang sehingga keterampilan di ladang menjadi lebih penting untuk menunjang hidup mereka.

Berbeda dengan hal tersebut, folkclassification atau sistem klasifikasi masyarakat dibangun atas dasar jenis perbedaan semantik yang diimplementasikan ke dalam sebuah taksonomi untuk tujuan mengeksplorasi sifat universal semantik. Hal ini membuat sistem klasifikasi masyarakat lebih condong kepada aspek struktural dan universality dalam memahami sesuatu. Contohnya, ketika ingin melihat bunga, maka aspek sinonimi, polisemi perlu diperhatikan dalam membuat taksonomi ke makna spesifiknya (Casson, 1981). Berdasarkan penjelasan tersebut, perbedaan terlihat dari relativitas dan universalitas dari kedua konsep. Konsep emic dan folk lebih cenderung ke arah relativitas dengan melihat berdasarkan local view, sedangkan sistem klasifikasi masyarakat lebih cenderung ke arah universalitas dengan melihat dari struktur yang ada.

 

Daftar Pustaka

Berry, J. W., Poortinga. Y, H., Segall, M. H., Dasen, P. R. 1992. Cross-cultural Psychology. New York: Cambridge University Press.

Casson, Ronald (ed). 1981. Language, Culture, and Cognition. New York. Macmillan Publishing.

Matsumoto. 1996. Culture and Psychology. USA: Brooks & Cole Publishing Company.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Bebas.
%d bloggers like this: