Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Teori Budaya

Pada bab ini, Duranti mengutarakan beberapa teori budaya yang disejajarkan atau disamakan dengan beberapa aspek penting yang saling berkaitan satu sama lain. Hal tersebut disebabkan budaya adalah gagasan yang sangat kompleks dalam teori antropologi kontemporer. Beberapa teori budaya yang disampaikan di sini lebih kepada budaya sebagai pembeda alam, budaya sebagai ilmu pengetahuan, budaya sebagai alat komunikasi, dan lain sebagainya. Meskipun teori budaya ini dikaitkan dengan beberapa aspek tersebut, tetap saja fokus kajian budaya ini tidak terlepas dari perspektif bahasa. Untuk gagasan budaya sebagai pola belajar perilaku dan praktek penafsiran, bahasa sangat penting karena memberikan sistem yang paling kompleks dalam klasifikasi pengalaman kehidupan manusia.

Dalam hal ini, perkembangan linguistik dengan kognitif erat kaitannya pada sistem komunikasi sehingga tidak mengherankan jika bahasa dapat menjadi penanda teori ekspres dari dunia. Selain itu, dari begitu banyaknya kegiatan dari kehidupan ini yang dilakukan, dimediasi, dan dievaluasi melalui komunikasi membuat ilmuwan seperti Levi-Strauss menggunakan konsep yang dikembangkan dalam linguistik sebagai alat untuk studi budaya. Hal ini disebabkan bahasa juga menyediakan pengait yang berguna menghubungkan antara pikiran batin dan perilaku masyarakat. Tidak hanya itu, bahasa juga merupakan alat prototipe untuk berinteraksi dengan dunia, baik melalui berbicara maupun menulis.  Kontrol atas sarana linguistik ini sering diterjemahkan ke dalam kontrol atas hubungan manusia dengan dunia.  Penerimaan bentuk linguistik dan aturanyadiproduksi dengan cara tertentu yang disesuaikan dengan keadaan dunia.

Di sisi lain, perspektif dalam hal melihat teori budaya juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan di sini dapat diartikan sebagai perkembangan dari teori budaya yang dipelajari. Teori budaya lama mendapatkan kritik dari para generasi baru sehingga perspektif teori budaya pun berubah menjadi perlunya memahami aspek historis dari sebuah konsep dan akar metaforanya untuk dapat mengelaborasi teori maupun membuat sintesis.

 

Bahan Acuan

Duranti, Alessandro. 2000. Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Laporan Bacaan, Linguistik.
%d bloggers like this: