Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Teori Skema dan Konektivisme

Untuk mengetahui inti dari bab ini, perlu diketahui bagaimana gambaran skema tersebut. Skema digambarkan memiliki beberapa asumsi tertentu yang memiliki penafsiran berbeda makna dan mungkin tidak terdapat secara jelas pada informasi yang ditampilkan misalnya seperti tampilan iklan di televisi. Pada saat melihat iklan di televisi, penonton pastinya akan membuat skema tentang iklan tersebut. Hal tersebut membuat penonton memiliki beragam interpretasi yang bisa membawa penonton tersebut melampaui informasi yang diberikan. Dalam kondisi tersebut, skema bekerja.

Skema terkadang merekonstruksi ingatan peristiwa masa lalu untuk menentukan makna yang diberikan kepada pengalaman yang sedang berlangsung dan memberikan harapan untuk masa depan. Di lain pihak, skema adalah bagian penting dari berbagai tindakan yang belum tentu selalu baik. Salah satu jenis skema adalah stereotip negatif. Selain itu, biasanya makna pada umumnya terjebak pada tampilan model lama sebagai makna tetap yang disepakati bersama dan penggunaannya konsisten di masyarakat. Pada situasi tersebut seorang antropolog menyebutkan model seperti itu sebagai model budaya yang membawa pikiran ke arah struktur yang kaku dan lama.

Berkaitan dengan itu, untuk lebih memahami skema dan makna yang ditampilkan dapat digunakan model konektivisme yang tidak hanya sebuah teori budaya tetapi juga memberikan cara produktif untuk memulai proses memikirkan kembali makna apa dan bagaimana munculnya. Hal tersebut sekiranya dapat terlihat pada metafora. Adanya metafora ini menunjukkan bahwa kalimat yang ada di kepala manusia biasanya mewakili pengetahuan tertentu yang berbeda satu sama lain. Masalah lebih rumit dan mudah disalahpahami adalah apa yang benar-benar dipertaruhkan dalam perbedaan antara menggunakan metafora bahasa sebagai “pengolahan simbolis” dan metafora saraf sebagai “koneksionis” untuk memahami kognisi.

 

Bahan Acuan

Strauss, Claudia and Naomi Quinn. 1997. A Cognitive Theory of Cultural Meaning. Cambridge: Cambridge University Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Laporan Bacaan, Linguistik.
%d bloggers like this: