Skema Sosial

Skema sosial adalah struktur kognitif yang mengandung pengetahuan tentang dunia sosial. Teori skema adalah model pengolahan informasi dari persepsi dan kognisi yang mencoba untuk mengisolasi mekanisme yang orang datang untuk memahami dunia sosial yang kompleks di mana mereka tinggal. Skema sendiri dikonseptualisasikan sebagai struktur mental yang berisi harapan umum dan pengetahuan tentang dunia. Hal ini... Continue Reading →

Advertisements

Teori Skema dan Konektivisme

Untuk mengetahui inti dari bab ini, perlu diketahui bagaimana gambaran skema tersebut. Skema digambarkan memiliki beberapa asumsi tertentu yang memiliki penafsiran berbeda makna dan mungkin tidak terdapat secara jelas pada informasi yang ditampilkan misalnya seperti tampilan iklan di televisi. Pada saat melihat iklan di televisi, penonton pastinya akan membuat skema tentang iklan tersebut. Hal tersebut... Continue Reading →

Antropologi Kognitif atau Kultural

Ketika membahas kognisi maupun budaya secara keseluruhan, pemahaman terkait teori skema dan konektivisme harus dapat diketahui. Teori skema ini digunakan sebagai kerangka dasar ketika membahas kognisi maupun budaya. Hal yang dimaksud teori skema sendiri adalah teori yang menerangkan bahwa  pemikiran dan tindakan yang dilakukan secara tidak langsung ditentukan oleh dunia luar atau lahiriah. Hal tersebut... Continue Reading →

Dasar Pengetahuan Budaya

Ketika hendak memahami dasar pengetahuan budaya, kita harus mengetahui terlebih dahulu definisi budaya itu sendiri sebelum melangkah ke dalam hal yang lebih jauh lagi supaya pemahaman akan dasar pengetahuan budaya terbentuk. Dalam hal ini, definisi budaya berpusat pada pola perilaku yang diamati dari sebuah kelompok sosial. Dengan memahami budaya sebenarnya manusia sama saja seperti memperlajari... Continue Reading →

Hubungan “Schema Theory and Connectionism” dengan “Social Schemas and Social Representation”

Hubungan yang dapat menjelaskan keterikatan “Schema Theory and Connectionism” dari Strauss dan Quinn (1997) dengan “Social Schemas and Social Representation” dari Augustinos dan Walker (1995) adalah keduanya sama-sama menggunakan skema dengan tidak melihat dari satu sisi sudut pandang saja tetapi lebih kepada melihat beberapa sudut pandang untuk memahami sebuah makna. Pada intinya, keduanya memiliki arah... Continue Reading →

Hubungan Bahasa, Kognisi, dan Budaya Menurut Goodenough, Kramsch, Geertz, dan Duranti

Hubungan antara bahasa, kognisi, dan budaya dapat dilihat berdasarkan pendapat dari beberapa ahli, seperti Goodenough, Kramsch, Geertz, dan Duranti. Dalam hal ini, Duranti (2000) menyebutkan bahwa untuk gagasan budaya sebagai pola belajar perilaku dan praktek penafsiran bahasa dianggap sangat penting karena memberikan sistem yang paling kompleks dalam klasifikasi pengalaman kehidupan manusia. Selain itu, Geertz (dalam... Continue Reading →

Gejala Bahasa Anak BFLA di Lingkungan Multilingual Bahasa Indonesia, Bahasa Perancis, dan Bahasa Inggris

  1. Pendahuluan Pada masa globalisasi seperti saat ini, perkawinan campuran antarbangsa atau antarnegara semakin marak terjadi. Hal tersebut didukung oleh beberapa faktor seperti kemudahan akses untuk berkomunikasi, kemudahan transportasi, dan sebagainya. Terlebih lagi, Indonesia merupakan negara demokrasi yang terbuka dengan adanya orang asing. Hal ini membuat kontak antara orang Indonesia dengan orang asing tidak... Continue Reading →

Keterkaitan Bahasa dengan Identitas Sosial: Studi Kasus Pulau Belitung

Oleh Satwiko Budiono dan Evi Santi Pratiwi   ABSTRAK Film Laskar Pelangi (2008) sangat memengaruhi masyarakat Pulau Belitung dalam berbagai aspek. Salah satu aspek yang ikut mendapat pengaruh dari fenomenalnya film tersebut adalah bahasa. Dalam hal ini, film Laskar Pelangi membuat adanya perbedaan pengakuan bahasa dari masyarakat Pulau Belitung. Sebagian masyarakat mengaku menggunakan bahasa Melayu... Continue Reading →

Kritik Strukturalisme De Saussure Berdasarkan Tinjauan Linguistik

Perkembangan linguistik di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh pemikiran linguis Amerika. Misalnya, Bloomfield, Nida, dan Chomsky. Hal tersebut didukung oleh adanya bantuan Kedutaan Besar Amerika berupa persediaan buku kepada mahasiswa linguistik di Indonesia pada tahun 1955-1959. Sejalan dengan hal tersebut, pemikiran linguistik yang berkembang di Eropa tentu saja tidak dikenal karena tidak dipelajari. Pemikiran linguis... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑